<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>"Baktiku,Harapanmu"</title>
	<atom:link href="http://siswijanto.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://siswijanto.wordpress.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Tue, 22 Dec 2009 08:04:45 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='siswijanto.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>"Baktiku,Harapanmu"</title>
		<link>http://siswijanto.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://siswijanto.wordpress.com/osd.xml" title="&#34;Baktiku,Harapanmu&#34;" />
	<atom:link rel='hub' href='http://siswijanto.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Pendakwah Tangguh Dari Lawang</title>
		<link>http://siswijanto.wordpress.com/2009/04/10/pendakwa-tangguh-dari-lawang/</link>
		<comments>http://siswijanto.wordpress.com/2009/04/10/pendakwa-tangguh-dari-lawang/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 10 Apr 2009 15:35:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>siswijanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://siswijanto.wordpress.com/?p=33</guid>
		<description><![CDATA[Kalau kita melihat foto di samping pastilah kita sudah kenal dengan beliau,Ya Beliau adalah Al – Habib Ahmad Anis bin Hasan bin Shahab atau yang lebih kita kenal dengan Ustadz Anis Shahab.Sebenarnya sudah lama saya ingin menulis perjuangan dalam menyampaikan syiar Islam di Kecamatan Lawang dan kebetulan saya juga memperoleh referensi dari sebuah Majalah Islami [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=siswijanto.wordpress.com&amp;blog=4098643&amp;post=33&amp;subd=siswijanto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-medium wp-image-42" title="Habin Anis Shahab" src="http://siswijanto.files.wordpress.com/2009/04/scan10003.jpg?w=226&#038;h=300" alt="Habin Anis Shahab" width="226" height="300" /></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 0 26.95pt;"><span lang="IN"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Calibri;">Kalau kita melihat foto di samping pastilah kita sudah kenal dengan beliau,Ya Beliau adalah Al – Habib Ahmad Anis bin Hasan bin Shahab atau yang lebih kita kenal dengan Ustadz Anis Shahab.Sebenarnya sudah lama saya ingin menulis perjuangan dalam menyampaikan  syiar Islam di Kecamatan Lawang dan kebetulan saya juga memperoleh referensi dari sebuah Majalah Islami ( ALKISAH) dan baru kemarin (Minggu,12 April 2009) saya mohon ijin kepada Putra Beliau ( Ustadz Muhammad ) yang sekarang melanjutkan perjuangan Ayahnya mengasuh pengajian Ahad pagi di Masjid Jami’ Babussalam Lawang.Baiklah mari kita simak pejuangan beliau dalam menyampaikan syiar Islam di Gerbang Malang ini yang saya nukil dari majalah ALKISAH.<span id="more-33"></span></span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 0 26.95pt;"><span lang="IN"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Calibri;">Al – Habib Ahmad Anis bin Hasan bin Shahab lahir di kota Surabaya, tepatnya tanggal 12 Ramadhan 1358 H / 21 Agustus 1937 M.Al – Habib Ahmad Anis, yang semasa hidupnya lebih dikenal dengan sapaan Ustadz Anis, adalah putra ke dua pasangan Al – Habib Hasan bin Husein Bin Shahab dan Syarifah ‘Aisyah binti Husein Ba’bud.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 0 26.95pt;"><span lang="IN"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Calibri;">Ayahnya adalah salah seorang ulama yang dikenal dengan kefakihannya dan sifat kesabarannya.Sedangkan ibundanya adalah adik kandung Al – Habib Muhammad bin Husein Ba’bud , pendiri Pondok Pesantren Daar An – Nasyien Lawang.Berawal dari lingkungan keluarga yang sangat agamais inilah kepribadian Habib Anis Shahab terbentuk.Al – Habib Anis belajar ilmu – ilmu agama kepada ayahnya sejak masa kecilnya hingga beliau beranjak remaja di kota Bondowoso.Setelah ayahnya meninggal dunia beliau melanjutkan aktivitasnya menuntut ilmu – ilmu agama kepada pamandanya yaitu Al – Habib Muhammad Husein Ba’bud di kota Lawang.Beliau juga pernah mengenyam pendidikan umum hingga kuliah di Fakultas Hukum Universitas Brawijaya, Malang.Namun masa kuliahnya itu hanya sempat berjalan beberapa semester.Sepeninggal ayahnya pada tahun 1960,Habib Anis menjadi tulang punggung keluarga, yang terdiri dari seorang ibu dan tujuh saudara kandungnya.Ustadz Anis merupakan gambaran seorang anak yang sangat taat dan berbakti<span>  </span>kepada Ibunya, bahkan beliau selalu menyerahkan seluruh hasil kerjanya selama sebulan kepada sang Ibu.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 0 26.95pt;"><span lang="IN"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Calibri;">Diceritakan pula bahwa beliau adalah seorang yang dekat dengan orang shalih dan cinta pada para ulama.Begitupun terhadap para salafus shalih,orang – orang shalih tedahulu.Dan setiap hari beliau tak penah lepas membaca Surah Ya – Sin, Surah Tabarak ( Al – Mulk ) dan tahlil yang ditujukan kepada orang tua, para awliya, kerabat sanak family dan sahabat – sahabatnya dan kebiasaan ini beliau tularkan kepada para santrinya hingga saat ini.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 0 26.95pt;"><span lang="IN"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Calibri;">Habib Anis adalah seseorang yang gigih dalam dalam berdakwah.Sejak usia muda,ia telah berkeliling untuk berdakwah dan mengajar,baik di tengah – tengah kota maupun pelosok – pelosok desa beliau lakukan.Beliau mengawali aktivitas dakwahnya dari keadaan yang sangat sederhana,tidak jarang beliau berjalan berpuluh – puluh kilometer dalam keadaan gelap gulita dengan hanya membawa sebuah obor.Dalam keadaan sakit semangatnya dalam berdakwah tidak berkurang dan saya masih ingat pada saat peletakan batu pertama pemugaran Masjid Jami’ Babussalam kota Lawang,waktu itu beliau dalam keadaan sakit akan tetapi beliau tetap hadir untuk menemui seluruh santrinya.Beliau sangat dikenal luas memiliki peranan sangat besar dalam syiar Islam,peran pentingnya tecatat pada sekita 50 pembangunan sarana agama di kota Lawang dan sekitarnya dan beliau selalu di garis depan.Untuk pembangunan sarana agama tesebut sebagian dari harta beliau sendiri dan beliau lakukan secara sembunyi – sembunyi tanpa sepengetahuan keluarga beliau.Setelah beliau wafat keluargany baru mengetahui begitu banyak sarana agama yang telah berdiri,ternyata tidak lepas dari peranan penting Ustadz Anis.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 0 26.95pt;"><span lang="IN"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Calibri;">Majelis yang paling dicintainya majelis yang secara rutin beliau selenggarakan setiap Ahad Pagi.Pada awalnya Majelis ini adalah ditujukan untuk mengajar ketiga adik beliau yaitu Habib Husein,Habib Idrus dan Habib Abdullah di kediaman Ibunda beliau.Seiring perkembangan waktu satu demi satu berdatanganlah orang – orang lainnya mengikuti majelis tersebut sehingga rumah Ibunda<span>  </span>beliau tidak menampung,Dengan izin Allah SWT,suatu hari Majelis ini dipindahkan ke Masjid Jami’ Babussalam – Lawang.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 0 26.95pt;"><span lang="IN"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Calibri;">Dalam aktivitas mengajarnya, beliau adalah figur pengajar yang sangat santun kepada murid – muridnya.Beliau mencintai murid – muridnya tanpa sedikit memandang status sosial mereka,perhatian beliau juga sangat besar kepada murid – muridnya,hingga beliau hafal dengan seluruh muridnya.Bila ada murid yang tidak di majelis tersebut belaiu selalu menanyakan perihal ketidak hadiran muridnya tersebut.Selain beliau santun juga berwibawa dan sangat berpengaruh di tengah – tengah masyarakat.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 0 26.95pt;"><span lang="IN"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Calibri;">Habib Anis juga dengan ahli dzikir, dalam keadaan dan kondisi apapun,lisannya selalu dibasahi untaian kalimat dzikirullah.Dalam sehari semalam secara rutin beliau membaca sekitar 30 macam wirid dan dzikir yang terus beliau jaga secara istiqamah hingga akhir hayat.Beliau juga sosok yang dapat dijadikan teladan dalam hal kebiasaan membaca.Di sela – sela kesibukannya beliau masih bisa meluangkan waktu untuk membaca.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 0 26.95pt;"><span lang="IN"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Calibri;">Di suatu keheningan Shubuh yang tenang Habib Anis mengambil air wudhu,berpakaian rapi, lengkap dengan wewangian dan kopiah yang biasa dikenakannya.Sebelum sempat menghadap Allah SWT untuk menunaikan shalat Shubuh,Sang Khaliq berketetapan untuk lebih dulu menjemput Habib Anis.Hari itu tepatnya pada tanggal 5 Sya’ban 1428 H / 19 Agustus 2007,Al – Habib Ahmad Anis bin Hasan bin Shahab meninggalkan dunia yang fana ini,proses sakaratul mautnya begitu ringan dan sangat cepat,hingga pihak keluarga pun sempat tidak menyadarinya.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 0 26.95pt;"><span lang="IN"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Calibri;">Pada saat pemakamannya,tidak kurang dari sepuluh ribuh orang yang mengantarkan jenazahnya menuju tempat peristirahatannya yang terakhir.Para pelayat yang hadir saat itu dari Pulau Jawa dan luar Jawa.Beberapa hari menjelang wafat pada suatu malam beliau bermimpi masuk ke rumah Rasulullah SAW.Beliau menceritakan impiannya itu kepada seseorang dan menakwilkannya bahwa dirinya insya’ Allah telah aman dalam naungan Rasulullah SAW datuknya dan kecintaanya.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 0 26.95pt;"><span lang="IN"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Calibri;">Setelah berlalu waktu tiga pekan sejak wafatnya,seseorang datang kepada keluarga Habib Anis dan bercerita bahwa malam sebelumnya ia bermimpi bertemu Habib Anis.Dalam impian tersebut Habib Anis mengatakan bahwa Sayyidina Al – Faqih Al – Muqaddam datang kepadanya untuk membantu mempermudah hingga ia merasakan proses sakaratul maut yang dialaminya sangat baik dan mudah.Semua itu adalah berkah dari Rasulullah SAW dan Sayyidina Al – Faqih Al – Muqadam, kata Habib Anis dalam impian orang tersebut.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 0 26.95pt;"><span lang="IN"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Calibri;">Semoga amaliyah di alam dunia digantikan dengan kebahagian di negeri akhirat dan dikumpulkan bersama Rasulullah SAW dan Sayyidina Al – Faqih Al – Muqadam dan para pendahulunya yang sangat beliau cintai dalam hidupnya.Begitu pun teladan dan semua yang diajarkannya semoga membawa manfaat bagi kita semua,amin.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 0 26.95pt;"><span lang="IN"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Calibri;">(Disadur dari Majalah ALKISAH No.26/15 – 28 Des.2008 yang ditulis oleh Hasan bin Husein Shahab)</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 0 26.95pt;"><span lang="IN"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;"> </span></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/siswijanto.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/siswijanto.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/siswijanto.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/siswijanto.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/siswijanto.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/siswijanto.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/siswijanto.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/siswijanto.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/siswijanto.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/siswijanto.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/siswijanto.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/siswijanto.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/siswijanto.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/siswijanto.wordpress.com/33/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=siswijanto.wordpress.com&amp;blog=4098643&amp;post=33&amp;subd=siswijanto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://siswijanto.wordpress.com/2009/04/10/pendakwa-tangguh-dari-lawang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a5c3a0ce5ea9103725c15bb1f494c694?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fs0.wp.com%2Fi%2Fmu.gif" medium="image">
			<media:title type="html">siswijanto</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://siswijanto.files.wordpress.com/2009/04/scan10003.jpg?w=226" medium="image">
			<media:title type="html">Habin Anis Shahab</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Nasionalisme Yang Masih Ada ???</title>
		<link>http://siswijanto.wordpress.com/2009/04/10/nasionalisme-yang-masih-ada/</link>
		<comments>http://siswijanto.wordpress.com/2009/04/10/nasionalisme-yang-masih-ada/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 10 Apr 2009 15:34:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>siswijanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://siswijanto.wordpress.com/?p=31</guid>
		<description><![CDATA[Baru – baru ini,Negara yang kita cintai telah melaksanakan pesta Demokrasi Tahap pertama yaitu pemilihan Legeslatif,suatu peristiwa yang sangat penting untuk menentukan nasib Bangsa ini 5 tahun ke depan.Kadang – kadang kita mendengar bahwa angka Golput akan meraja lela,akan tetapi itu semua seakan tidak terjadi,dikarenakan semua warga berbondong – bondong menuju Tempat Pemungutan Suara (TPS) [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=siswijanto.wordpress.com&amp;blog=4098643&amp;post=31&amp;subd=siswijanto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-39" title="jayalah-negeriku" src="http://siswijanto.files.wordpress.com/2009/04/jayalah-negeriku.jpg?w=216&#038;h=159" alt="jayalah-negeriku" width="216" height="159" />Baru – baru ini,Negara yang kita cintai telah melaksanakan pesta Demokrasi Tahap pertama yaitu pemilihan Legeslatif,suatu peristiwa yang sangat penting untuk menentukan nasib Bangsa ini 5 tahun ke depan.Kadang – kadang kita mendengar bahwa angka Golput akan meraja lela,akan tetapi itu semua seakan tidak terjadi,dikarenakan semua warga berbondong – bondong menuju Tempat Pemungutan Suara (TPS) sekarang ini rakyat sudah cerdas dan bisa memilih mana yang baik untuk bangsa ini.<br />
Memang kita akui sekarang ini rakyat sudah cerdas dan bisa menentukan, akan tetapi kalau kita bicara nasionalisme,saat ini sudah hampir punah mungkin ??? Hal ini terjadi dilingkungan Pemerintah ataupun pendidikan (maaf saya tidak bermaksud ekstrim) tapi tidak semuanya seperti itu.Tetapi rasa nasionalisme itu ada tapi hanya di sebatas sebuah kata.<br />
Sepertinya kita kalah dengan negara tetangga kita&#8230;ketika saya secara tidak sengaja di menonton sebuah stasiun televisi swasta,saya melihat sebuah kejadian yang sangat menyentak saya sebagai warga negara ini.Di Negara tersebut penduduknya sangat memegang teguh adat istiadat kesopanan nenek moyang mereka serta semangat Nasionalisme yang sangat tinggi.Di Negara tersebut setiap jam 18.00 senantiasa diperdengarkan lagu Kebangsaan.Hal ini membuat saya tekesan,pada setiap Malam Minggu di Negara tersebut setiap di pojok kota senantiasa dilaksanakan pasar dadakan yang dipusatkan sebagai seluruh aktifitas jual beli dan pertunjukkan kesenian daerah.<br />
Dan tepat pukul 18.00 seluruh aktifitas mulai jual beli sampai pengamen berhenti sejenak untuk mendengarkan lagu kebangsaan mereka.Hal ini yang membuat saya terbelalak,kenapa di Negara yang besar dan makmur, Warga Negaranya begitu bangga dengan bangsanya, sedangkan kita sebagai warga Negara yang besar ,pulau – pulaunya membentang dari ujung barat sampai ujung timur ,rasa bangga itu seakan sirna dari lubuk hati kita.Kadangkala kita bangga dengan budaya bangsa lain,kadang tanpa sengaja ataupun disengaja kita menghina bangsa kita sendiri.<br />
Marilah kita berinstrspeksi diri,sudahkah kita memberikan yang terbaik bagi bangsa ini ????</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/siswijanto.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/siswijanto.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/siswijanto.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/siswijanto.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/siswijanto.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/siswijanto.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/siswijanto.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/siswijanto.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/siswijanto.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/siswijanto.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/siswijanto.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/siswijanto.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/siswijanto.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/siswijanto.wordpress.com/31/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=siswijanto.wordpress.com&amp;blog=4098643&amp;post=31&amp;subd=siswijanto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://siswijanto.wordpress.com/2009/04/10/nasionalisme-yang-masih-ada/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a5c3a0ce5ea9103725c15bb1f494c694?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fs0.wp.com%2Fi%2Fmu.gif" medium="image">
			<media:title type="html">siswijanto</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://siswijanto.files.wordpress.com/2009/04/jayalah-negeriku.jpg?w=120" medium="image">
			<media:title type="html">jayalah-negeriku</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pelajaran Terbesar Dari Al &#8211; Qur&#8217;an</title>
		<link>http://siswijanto.wordpress.com/2008/07/20/pelajaran-terbesar-dari-al-quran/</link>
		<comments>http://siswijanto.wordpress.com/2008/07/20/pelajaran-terbesar-dari-al-quran/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 Jul 2008 14:16:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>siswijanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://siswijanto.wordpress.com/?p=4</guid>
		<description><![CDATA[Tidak ada keraguan bahwa ALLAH Ta’ala telah menurunkan Al Qur’an sebagai penjelas segala sesuatu dan bahwa Rasulullah shallahu ‘alaihi wa sallam telah menjelaskan Al Qur’an dengan penjelasan yang sempurna. Dan masalah terbesar yang dijelaskan di dalam Al Qur’an adalah masalah tauhid dan syirik. Tauhid adalah dasar Islam dan pondasi agama, yang dibangun di atasnya seluruh [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=siswijanto.wordpress.com&amp;blog=4098643&amp;post=4&amp;subd=siswijanto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="font-family:Tahoma,Verdana,Arial,sans-serif;line-height:150%;"><img class="alignleft size-full wp-image-24" title="image" src="http://siswijanto.files.wordpress.com/2008/07/image.jpg?w=570" alt="image"   />Tidak ada keraguan bahwa ALLAH Ta’ala  telah menurunkan Al Qur’an sebagai penjelas segala sesuatu dan bahwa Rasulullah  shallahu ‘alaihi wa sallam telah menjelaskan Al Qur’an dengan penjelasan yang sempurna. Dan masalah terbesar yang dijelaskan di dalam Al Qur’an adalah masalah tauhid dan syirik. Tauhid adalah dasar Islam dan pondasi agama, yang dibangun di atasnya seluruh amal perbuatan<span id="more-4"></span>. Sementara syirik adalah pembatal dasar Islam ini dan perusaknya, hingga mampu menghilangkannya sama sekali. Keduanya adalah dua hal yang saling bertolak belakang, bertentangan dan tidak akan berkumpul selama-lamanya. Oleh sebab itu, ALLAH Ta’ala menjelaskan dasar Islam ini di dalam seluruh isi Al Qur’an. Tidaklah ada satu surat-pun, melainkan terdapat padanya penyebutan perintah untuk bertauhid dan larangan berbuat syirik.</p>
<p>Banyak kita dapati manusia yang membaca Al Qur’an –walhamdulilah- tetapi sedikit sekali yang menaruh perhatian terhadap masalah ini. Oleh sebab itu, kita dapati banyak manusia yang membaca Al Qur’an sementara mereka terjatuh ke dalam jurang kesyirikan yang merusak tauhidnya. Padahal perkaranya telah jelas di dalam Al Qur’an dan Sunnah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam.</p>
<p>Mengapa demikian ? Sebab, kebanyakan mereka berjalan di atas adat istiadat yang diajarkan secara turun-menurun oleh kakek-moyang mereka. Prinsip mereka adalah bagaimana menjalankan ajaran kakek-moyang tersebut. Jarang terlintas untuk memahami kandungan ajaran Al Qur’an untuk selanjutnya mengukur amal perbuatan dengan Al Qur’an, apakah sudah sesuai dengannya ataukah belum. Bahkan, realitanya adalah adanya anggapan bahwa Al Qur’an hanya dibaca untuk diambil berkahnya dan mendapatkan pahala dengan membacanya saja. Bukanlah dimaksudkan dari memahami Al Qur’an itu untuk diterapkan dalam kehidupan.</p>
<p>Adapun membaca Al Qur’an untuk diamalkan dan membandingkan amal perbuatan manusia untuk disesuaikan dengan ajaran Al Qur’an, maka yang demikian ini tidaklah dijumpai melainkan pada minoritas manusia. Tidaklah kita katakan bahwa yang demikian itu tidak ada, akan tetapi sedikit sekali orang yang melakukannya. Oleh sebab itu, kita dapati Al Qur’an berada pada satu lembah sementara amal perbuatan kebanyakan manusia berada pada lembah yang lain. Mereka tidak berpikir untuk merubah amalnnya dengan menyesuaikan dengan ajaran Al Qur’an sama sekali.</p>
<p>Maka, seandainya ada seseorang yang menyeru, mengajak mereka untuk kembali kepada Al Qur’an -dengan tulus karena ALLAH-, dalam rangka mengadakan pencerahan dan penyelarasan amal perbuatan sesuai dengan Al Qur’an dan As-Sunnah, niscaya mereka akan berdiri di hadapannya dan menuduhnya telah sesat kemudian mengancamnya. Akan tetapi pada hakekatnya, ancaman tersebut tidaklah membahayakannya dan yang demikian tidaklah lagi asing . Sebab para Nabi dahulu -saat berusaha meluruskan kembali amal perbuatan umatnya- mendapatkan ancaman bahkan yang lebih dahsyat.</p>
<p>Yang demikian itu (-ancaman dan tuduhan-tuduhan yang tidak benar- ed) tidaklah mengurangi keutamaan seorang da’i, bahkan dapat menambah kebaikan-kebaikannya di sisi ALLAH Ta’ala. Justru kerendahan dan kehinaan akan menimpa orang yang mengancamnya dan merendahkannya. Sedangkan para Ulama’ dan para penyeru di jalan ALLAH tidaklah mendapatkan kehinaan tersebut, bahkan mereka mendapatkan pahala yang besar di sisi ALLAH Ta’ala.  Mereka memiliki teladan para Nabi, sebagaimana ALLAH SWT telah berfirman :</p>
<p>(Artinya : Tidaklah yang dikatakan (-orang-orang kafir-) kepadamu itu selain         apa yang sesungguhnya telah dikatakan kepada rasul-rasul sebelum kamu.       Sesungguhnya Rabb-mu benar-benar mempunyai ampunan dan hukuman yang pedih.) (Fushilat : 43)</p>
<p>Syaikhul-Islam menjelaskan -dalam kitabnya- tentang realita  menakjubkan , di mana banyak manusia yang membaca Al Qur’an, mengkhatamkannya, menghafalnya, dan membacanya dengan tajwid yang baik -dari satu sisi yang demikian ini baik, walhamdulillah-,  akan tetapi yang paling penting bukanlah ini. Yang paling penting adalah mempelajarinya, memahami maknanya, dan membandingkan amalan kita dengannya -apakah sudah sesuai ataukah belum-!</p>
<p>Inilah yang diinginkan, yaitu bahwa kita harus menyelaraskan amal perbuatan kita dengan Al Qur’an dan As-Sunnah serta memberikan peringatan atas kesalahan-kesalahan manusia -bukan dalam rangka ingin tersohor dan menang-menangan, akan tetapi -dalam rangka mengadakan perbaikan dan memberikan nasehat.</p>
<p>Di antara dasar-dasar agama yang terdapat dalam Al Qur’an adalah mengikhlashkan agama hanya untuk ALLAH semata, tidak ada sekutu bagi-Nya.  Ini adalah dasar utama dan pondasi agama. Karenanya terjadi pertentangan antara para Nabi dengan umat mereka. Bukanlah yang terpenting  seseorang itu shalat, puasa, dan memperbanyak ibadah, akan tetapi yang terpenting adalah ikhlash. Sedikit amal dengan ikhlash lebih baik daripada banyak amal tanpa ikhlash. Seandainya seseorang shalat siang malam, bersedekah, dan beramal kebajikan lainnya namun tanpa disertai dengan ikhlash, maka amalanya tidak ada manfaatnya sama sekali. Dan makna ikhlash itu adalah meninggalkan kesyirikan dan mengesakan ALLAH Ta’ala dalam beribadah kepada-Nya. Tidak ada satu-pun selain ALLAH yang berhak diibadahi  -betapapun tinggi kedudukannya,  malaikat atau nabikah, apalagi orang-orang yang derajatnya di bawah mereka-.  Inilah dasar yang utama. Dan ikhlash tidak dapat direalisasikan, melainkan dengan meninggalkan kesyirikan. Sedangkan orang yang mencampuradukkan ibadahnya kepada ALLAH dengan yang kepada selain-Nya, maka amalannya rusak binasa.</p>
<p>(Artinya : Seandainya mereka mempersekutukan ALLAH, niscaya lenyaplah            dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan.) (Al An’am : 88)</p>
<p>Adapun orang yang memurnikan ibadahnya hanya untuk ALLAH Ta’ala, maka dialah orang yang berbahagia, walaupun amal ibadahnya sedikit. Sedikit amal dengan ikhlash adalah kebaikan dan keselamatan. Dalilnya adalah hadits bithaqah yang diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dan Ibnu Majah, di mana ada seseorang yang dibangkitkan di hari kiamat, kemudian ditunjukkan kepadanya seluruh amal ibadahnya di dunia yang seluruhnya tercatat dalam lembaran-lembaran. Setiap lembarnya seluas mata memandang. Semuanya berisi catatan amal kejelekan. Maka lembaran-lembaran tersebut diletakkan pada salah satu anak timbangan. Sementara pada anak timbangan lainnya diletakkan kartu yang bertuliskan Laa ilaaha illallaah -yang pernah dia ucapkan dari lubuk hatinya dengan ikhlash dan penuh keyakinan-. Maka lebih beratlah kalimat tersebut dibanding dengan seluruh lembaran tadi. Inilah ikhlash. Tidaklah hanya sekedar di dalam ucapan saja, akan tetapi di ucapkannya dalam keadaan dipahami  maknanya dan diyakini kandungannya. Namun orang tersebut meninggal dunia sebelum bisa beramal. Maka bagaimana dengan orang yang memiliki banyak amal shalih yang dikerjakannya dengan ikhlash karena mengharap wajah ALLAH Ta’ala ?!  Pada hadits tersebut terdapat dalil, bahwa walaupun amalan sedikit &#8211; namun dilakukan dengan ikhlash, ALLAH Ta’ala akan menyelamatkan pelakunya dan menghapus seluruh dosa-dosanya.</p>
<p>Lawan ikhlash adalah kesyirikan. Tauhid adalah mengesakan ALLAH dalam beribadah kepada-Nya, sementara syirik adalah memalingkan satu macam dari macam-macam ibadah -seperti doa, penyembelihan, nadzar, istighatsah, dan sebagainya-  kepada selain Allah Ta’ala. Dan syirik yang dimaksud di sini adalah syirik dalam perkara uluhiyah, sedangkan syirik pada perkara rububiyah pada umumnya tidak terjadi. Karena seluruh umat manusia pasti mengakui tauhid rububiyah. Tidak ada yang menentangnya kecuali orang yang tampak mengingkarinya, padahal sesungguhnya dia mengakuinya dalam batinnya. Seluruhnya mengakui bahwa alam ini pasti ada penciptanya. Berbagai keteraturan alam ini pasti ada pengaturnya. Semuanya tidaklah terwujud dengan sendirinya dan secara tiba-tiba ada. ALLAH Ta’ala berfirman :</p>
<p>(Artinya : Apakah mereka diciptakan tanpa sesuatupun ataukah mereka yang        menciptakan (diri mereka sendiri)? Ataukah mereka telah menciptakan langit            dan bumi itu?; sebenarnya mereka tidak meyakini (apa yang mereka             katakan) ( At-Thur : 35-36)</p>
<p>Dan pengakuan terhadap tauhid rububiyah merupakan keniscayaan dan sesuai fitrah, akan tetapi hal ini tidak cukup. Dan tidaklah pengakuan kaum musyrikin terhadap tauhid rububiyah ini menjadikan mereka sebagai muslimin. Al Qur’an tegas menyebutkannya :</p>
<p>(Artinya : Dan sungguh jika kamu bertanya kepada mereka: &#8220;Siapakah yang          menciptakan mereka, niscaya mereka menjawab: &#8220;Allah&#8221;.) ( Az-Zukhruf : 87)</p>
<p>Ini adalah pengakuan terhadap tauhid rububiyah. Adapun yang dituntut adalah tauhid uluhiyah. Karenanya, terjadi perselisihan dan permusuhan antara para Nabi dengan umat mereka, antara penyeru di jalan-ALLAH  dan manusia pada umumnya,  yang karenanya terjadilah  pertikaian, peperangan, serta sikap loyal atau antipati</p>
<p>Sesungguhnya mayoritas kandungan Al Qur’an berisi tentang penjelasan dasar utama ini dalam berbagai bentuknya, dengan ungkapan-ungkapan yang dapat dipahami oleh manusia yang paling rendah tingkat kecerdasannya sekalipun. ALLAH Ta’ala berfirman :</p>
<p>(Artinya : Sembahlah ALLAH dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya   dengan sesuatupun.) (An-Nisaa’ : 36)</p>
<p>Apakah ada yang tidak jelas pada ungkapan ini ? Orang-orang awam pun dapat memahaminya. Mereka paham bahwa ayat ini memerintahkan untuk beribadah dan larangan  berbuat syirik. Walaupun mereka tidak belajar, mereka paham dengan bahasa mereka. Ini baru satu ayat. Sementara Al Qur’an dipenuhi dengan ungkapan-ungkapan yang gamblang seperti ini.</p>
<p>Ayat-ayat semacam ini, mereka lewati saat membaca Al Qur’an dan bahkan mereka ulang-ulangi, akan tetapi mengapa mereka tidak memikirkannya ?! Di mana ALLAH berfirman :</p>
<p>(Artinya : Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya     dengan sesuatupun.)( An-Nisaa’ : 36)</p>
<p>Sementara sebagian mereka menyeru dan meminta : “Wahai Ali! wahai Husain! wahai Badawi! wahai Tijani! wahai Abdul Qadir! wahai Abuya!” dll. Mereka memanggil nama-nama tersebut dan meminta kepada mereka, sementara yang mereka panggil adalah orang yang sudah meninggal dunia !!! Dan orang -yang memanggil-manggil nama-nama tadi-  tersebut terkadang telah hafal Al Qur’an dan mampu membacanya dengan baik. Innaa lillaahi wa innaa ilahi raaji’un.</p>
<p>Al Imam Ibnul Qayyim berkata : “Al Qur’an seluruhnya berbicara tentang tauhid, sebab di dalamnya terkandung :</p>
<p>-                             Perintah untuk beribadah hanya kepada ALLAH Ta’ala dan menjauhi syirik,</p>
<p>-                             Penjelasan tentang balasan terhadap ahli tauhid dan balasan terhadap ahli syirik,</p>
<p>-                             Penjelasan tentang berbagai hukum halal dan haram, dan ini adalah hak-hak tauhid,</p>
<p>-                             Kisah-kisah  para rasul dan umat mereka, dan permusuhan di antara mereka.</p>
<p>Maka Al Qur’an, seluruhnya adalah tauhid, dari awal hingga akhir. Bersamaan dengan itu banyak orang yang membacanya, sementara mereka terjatuh ke dalam kubang kesyirikan. Mereka mengucapkan Laa ilaaha illallaah, tetapi tidak mengamalkan kandungannya. Mereka berada pada satu lembah, sementara Laa ilaaha illallaah berada pada lembah yang lain. Kalimat tersebut hanya sebagai pemanis di bibir saja.</p>
<p>Sungguh masih banyak kita dapati orang-orang datang ke kuburan meminta kepada penghuninya, orang-orang yang memberikan sesaji kepada pohon-pohon, senjata pusaka, laut, sapi, dan sebagainya yang dikeramatkan, praktek perdukunan, sihir, dan lain sebagainya. ALLAH berfirman tentang permisalan orang-orang kafir :</p>
<p>(Artinya : Dan perumpamaan (orang yang menyeru) orang-orang kafir adalah        seperti penggembala yang memanggil binatang yang tidak mendengar selain     panggilan dan seruan saja. Mereka tuli, bisu dan buta, maka (oleh sebab itu)             mereka tidak mengerti.)( Al Baqarah : 171)</p>
<p>Di dalam ayat ini ALLAH menyerupakan mereka dengan binatang ternak yang hanya mendengar suara penggembala dan penghela dan hanya berjalan sesuai dengan suara mereka tanpa memahami maknanya.</p>
<p>Jika dikatakan kepada mereka : “Janganlah kalian meminta dan beristighatsah kepada makhluk. Minta dan beristighatsahlah kepada ALLAH saja. Menghadaplah kepada ALLAH, dan jangan menghadap kepada kuburan dan penghuninya!” Mereka akan mengatakan : “Anda telah merendahkan para wali. Mereka adalah para wali. Kedudukan mereka yang tinggi di sisi kami mengharuskan kami memuliakan dan menyebut nama-nama mereka. Inilah kedudukan mereka. Maka anda telah merendahkan mereka dengan seruan tersebut dan tidak mengakui kedudukan mereka.” Maka kita katakan : “Kami mencintai orang-rang shalih dan kami mencintai wali-wali ALLAH. Kami loyal kepada mereka, memuliakan, dan menghargai mereka. Akan tetapi kami tidak akan memberikan sedikitpun kepada mereka hak peribadatan yang hanya milik ALLAH Azza Wa Jalla. Sebab, yang demikian ini bukanlah hak mereka. Itu adalah hak ALLAH. Dan orang-orang shalih itu-pun tidak ridha jika hak tersebut diberikan kepada mereka. Mereka juga tidak ridha untuk dimintai bersama ALLAH Ta’ala.”</p>
<p>Menurut mereka bahwa istighatsah dan permohonan mereka -kepada orang-orang shalih yang sudah meninggal- adalah pengakuan kepada kemuliaan para wali. Ini adalah perangkap setan dari kalangan jin dan manusia.</p>
<p>Dengan penjelasan ini mudah-mudahan kita dapat memetiknya dan mengambil manfaatnya serta menerapkannya di dalam kehidupan kita, sehingga kita dapat selamat dari jeratan-jeratan setan dan tetap berada di atas bimbingan ALLAH dan Rasul-Nya.</p>
<p>Buletin Jum&#8217;at Risalah Tauhid -Depok- edisi 85</p>
<p>http://mimbarislami.or.id/</p>
<div><a class="pn-normal" title="printer-friendly page" href="http://www.darussalaf.org/myprint.php?id=1239" target="_blank"><img src="http://www.darussalaf.org/images/print.gif" alt="" /></a></div>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/siswijanto.wordpress.com/4/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/siswijanto.wordpress.com/4/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/siswijanto.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/siswijanto.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/siswijanto.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/siswijanto.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/siswijanto.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/siswijanto.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/siswijanto.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/siswijanto.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/siswijanto.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/siswijanto.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/siswijanto.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/siswijanto.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/siswijanto.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/siswijanto.wordpress.com/4/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=siswijanto.wordpress.com&amp;blog=4098643&amp;post=4&amp;subd=siswijanto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://siswijanto.wordpress.com/2008/07/20/pelajaran-terbesar-dari-al-quran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a5c3a0ce5ea9103725c15bb1f494c694?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fs0.wp.com%2Fi%2Fmu.gif" medium="image">
			<media:title type="html">siswijanto</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://siswijanto.files.wordpress.com/2008/07/image.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">image</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.darussalaf.org/images/print.gif" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Mengenal Allah SWT</title>
		<link>http://siswijanto.wordpress.com/2008/07/13/mengenal-allah-swt/</link>
		<comments>http://siswijanto.wordpress.com/2008/07/13/mengenal-allah-swt/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 Jul 2008 06:52:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>siswijanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://siswijanto.wordpress.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[Tak kenal maka tak sayang, demikian bunyi pepatah. Banyak orang mengaku mengenal Allah, tapi mereka tidak cinta kepada Allah. Buktinya, mereka banyak melanggar perintah dan larangan Allah. Sebabnya, ternyata mereka tidak mengenal Allah dengan sebenarnya. Sekilas, membahas persoalan bagaimana mengenal Allah bukan sesuatu yang asing. Bahkan mungkin ada yang mengatakan untuk apa hal yang demikian [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=siswijanto.wordpress.com&amp;blog=4098643&amp;post=3&amp;subd=siswijanto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span class="fnu"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-26" title="allah" src="http://siswijanto.files.wordpress.com/2008/07/allah.jpg?w=128&#038;h=126" alt="allah" width="128" height="126" />Tak kenal maka tak sayang, demikian bunyi pepatah. Banyak orang mengaku mengenal Allah, tapi mereka tidak cinta kepada Allah. Buktinya, mereka banyak melanggar perintah dan larangan Allah. Sebabnya, ternyata mereka tidak mengenal Allah dengan sebenarnya.</span></p>
<p>Sekilas, membahas persoalan bagaimana mengenal Allah bukan sesuatu yang asing. Bahkan mungkin ada yang mengatakan untuk apa hal yang demikian itu dibahas? Bukankah kita semua telah mengetahui dan mengenal pencipta kita? Bukankah kita telah mengakui itu semua?<span id="more-3"></span><a href="www.asysyariah.com"></a></p>
<p><a href="www.asysyariah.com">Kalau mengenal Allah sebatas di masjid, di majelis dzikir, atau di majelis ilmu atau mengenal-Nya ketika tersandung batu, ketika mendengar kematian, atau ketika mendapatkan musibah dan mendapatkan kesenangan, barangkali akan terlontar pertanyaan demikian.</a></p>
<p><a href="www.asysyariah.com">Yang dimaksud dalam pembahasan ini yaitu mengenal Allah yang akan membuahkan rasa takut kepada-Nya, tawakal, berharap, menggantungkan diri, dan ketundukan hanya kepada-Nya. Sehingga kita bisa mewujudkan segala bentuk ketaatan dan menjauhi segala apa yang dilarang oleh-Nya. Yang akan menenteramkan hati ketika orang-orang mengalami gundah-gulana dalam hidup, mendapatkan rasa aman ketika orang-orang dirundung rasa takut dan akan berani menghadapi segala macam problema hidup.</a></p>
<p><a href="www.asysyariah.com">Faktanya, banyak yang mengaku mengenal Allah tetapi mereka selalu bermaksiat kepada-Nya siang dan malam. Lalu apa manfaat kita mengenal Allah kalau keadaannya demikian? Dan apa artinya kita mengenal Allah sementara kita melanggar perintah dan larangan-Nya?</a></p>
<p><a href="www.asysyariah.com">Maka dari itu mari kita menyimak pembahasan tentang masalah ini, agar kita mengerti hakikat mengenal Allah dan bisa memetik buahnya dalam wujud amal.</a></p>
<p><a href="www.asysyariah.com">Mengenal Allah ada empat cara yaitu mengenal wujud Allah, mengenal Rububiyah Allah, mengenal Uluhiyah Allah, dan mengenal Nama-nama dan Sifat-sifat Allah.</a></p>
<p><a href="www.asysyariah.com">Keempat cara ini telah disebutkan Allah di dalam Al Qur’an dan di dalam As Sunnah baik global maupun terperinci.</a></p>
<p><a href="www.asysyariah.com">Ibnul Qoyyim dalam kitab <strong>Al Fawaid hal 29</strong>, mengatakan: “Allah mengajak hamba-Nya untuk mengenal diri-Nya di dalam Al Qur’an dengan dua cara yaitu pertama, melihat segala perbuatan Allah dan yang kedua, melihat dan merenungi serta menggali tanda-tanda kebesaran Allah seperti dalam firman-Nya: <em>“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan pergantian siang dan malam terdapat (tanda-tanda kebesaran Allah) bagi orang-orang yang memiliki akal.”</em> (QS. Ali Imran: 190)</a></p>
<p><a href="www.asysyariah.com">Juga dalam firman-Nya yang lain: <em>“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan pergantian malam dan siang, serta bahtera yang berjalan di lautan yang bermanfaat bagi manusia.”</em> (QS. Al Baqarah: 164)</a></p>
<p><a href="www.asysyariah.com"><strong>Mengenal Wujud Allah.</strong></a></p>
<p><a href="www.asysyariah.com">Yaitu beriman bahwa Allah itu ada. Dan adanya Allah telah diakui oleh fitrah, akal, panca indera manusia, dan ditetapkan pula oleh syari’at.</a></p>
<p><a href="www.asysyariah.com">Ketika seseorang melihat makhluk ciptaan Allah yang berbeda-beda bentuk, warna, jenis dan sebagainya, akal akan menyimpulkan adanya semuanya itu tentu ada yang mengadakannya dan tidak mungkin ada dengan sendirinya. Dan panca indera kita mengakui adanya Allah di mana kita melihat ada orang yang berdoa, menyeru Allah dan meminta sesuatu, lalu Allah mengabulkannya. Adapun tentang pengakuan fitrah telah disebutkan oleh Allah di dalam Al Qur’an: <em>“Dan ingatlah ketika Tuhanmu menurunkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman ): ‘Bukankah Aku ini Tuhanmu’ Mereka menjawab: ‘(Betul Engkau Tuhan kami) kami mempersaksikannya (Kami lakukan yang demikian itu) agar kalian pada hari kiamat tidak mengatakan: ‘Sesungguhnya kami bani Adam adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan-Mu) atau agar kamu tidak mengatakan: ‘Sesungguhnya orang-orang tua kami telah mempersekutukan Tuhan sejak dahulu sedangkan kami ini adalah anak-anak keturunan yang datang setelah mereka.’.”</em> (QS. Al A’raf: 172-173)</a></p>
<p><a href="www.asysyariah.com">Ayat ini merupakan dalil yang sangat jelas bahwa fitrah seseorang mengakui adanya Allah dan juga menunjukkan, bahwa manusia dengan fitrahnya mengenal Rabbnya. Adapun bukti syari’at, kita menyakini bahwa syari’at Allah yang dibawa para Rasul yang mengandung maslahat bagi seluruh makhluk, menunjukkan bahwa syari’at itu datang dari sisi Dzat yang Maha Bijaksana. <strong>(Lihat Syarah Aqidah Al Wasithiyyah Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin hal 41-45)</strong></a></p>
<p><a href="www.asysyariah.com"><strong>Mengenal Rububiyah Allah</strong><br />
Rububiyah Allah  adalah mengesakan Allah dalam tiga perkara yaitu penciptaan-Nya, kekuasaan-Nya, dan pengaturan-Nya. <strong>(Lihat Syarah Aqidah Al Wasithiyyah Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin hal 14)</strong></a></p>
<p><a href="www.asysyariah.com">Maknanya, menyakini bahwa Allah adalah Dzat yang menciptakan, menghidupkan, mematikan, memberi rizki, mendatangkan segala mamfaat dan menolak segala mudharat. Dzat yang mengawasi, mengatur, penguasa, pemilik hukum dan selainnya dari segala sesuatu yang menunjukkan kekuasaan tunggal bagi Allah.</a></p>
<p><a href="www.asysyariah.com">Dari sini, seorang mukmin harus meyakini bahwa tidak ada seorangpun yang menandingi Allah dalam hal ini. Allah mengatakan: <em>“’Katakanlah!’ Dialah Allah yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya sgala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak diperanakkan. Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan-Nya.” </em>(QS. Al Ikhlash: 1-4)</a></p>
<p><a href="www.asysyariah.com">Maka ketika seseorang meyakini bahwa selain Allah ada yang memiliki kemampuan untuk melakukan seperti di atas, berarti orang tersebut telah mendzalimi Allah dan menyekutukan-Nya dengan selain-Nya.</a></p>
<p><a href="www.asysyariah.com">Dalam masalah rububiyah Allah sebagian orang kafir jahiliyah tidak mengingkarinya sedikitpun dan mereka meyakini bahwa yang mampu melakukan demikian hanyalah Allah semata. Mereka tidak menyakini bahwa apa yang selama ini mereka sembah dan agungkan mampu melakukan hal yang demikian itu. Lalu apa tujuan mereka menyembah Tuhan yang banyak itu? Apakah mereka tidak mengetahui jikalau ‘tuhan-tuhan’ mereka itu tidak bisa berbuat apa-apa? Dan apa yang mereka inginkan dari sesembahan itu?</a></p>
<p><a href="www.asysyariah.com">Allah telah menceritakan di dalam Al Qur’an bahwa mereka memiliki dua tujuan. Pertama, mendekatkan diri mereka kepada Allah dengan sedekat-dekatnya sebagaimana firman Allah:</a></p>
<p><a href="www.asysyariah.com"><em> “Dan orang-orang yang menjadikan selain Allah sebagai penolong (mereka mengatakan): ‘Kami tidak menyembah mereka melainkan agar mereka mendekatkan kami di sisi Allah dengan sedekat-dekatnya’.”</em> (Az Zumar: 3 )</a></p>
<p><a href="www.asysyariah.com">Kedua, agar mereka memberikan syafa’at (pembelaan ) di sisi Allah. Allah berfirman:</a></p>
<p><a href="www.asysyariah.com"><em> “Dan mereka menyembah selain Allah dari apa-apa yang tidak bisa memberikan mudharat dan manfaat bagi mereka dan mereka berkata: ‘Mereka (sesembahan itu) adalah yang memberi syafa’at kami di sisi Allah’.”</em> (<strong>QS. Yunus: 18</strong>, Lihat <strong>kitab Kasyfusy Syubuhat karya Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab</strong>)</a></p>
<p><a href="www.asysyariah.com">Keyakinan sebagian orang kafir terhadap tauhid rububiyah Allah telah dijelaskan Allah dalam beberapa firman-Nya:<br />
<em> “Kalau kamu bertanya kepada mereka siapakah yang menciptakan mereka? Mereka akan menjawab Allah.”</em> (QS. Az Zukhruf: 87)<br />
<em> “Dan kalau kamu bertanya kepada mereka siapakah yang menciptakan langit dan bumi dan yang menundukkan matahari dan bulan? Mereka akan mengatakan Allah.”</em> (QS. Al Ankabut: 61)<br />
<em> “Dan kalau kamu bertanya kepada mereka siapakah yang menurunkan air dari langit lalu menghidupkan bumi setelah matinya? Mereka akan menjawab Allah.”</em> (QS. Al Ankabut: 63)</a></p>
<p><a href="www.asysyariah.com">Demikianlah Allah menjelaskan tentang keyakinan mereka terhadap tauhid Rububiyah Allah. Keyakinan mereka yang demikian itu tidak menyebabkan mereka masuk ke dalam Islam dan menyebabkan halalnya darah dan harta mereka sehingga Rasulullah mengumumkan peperangan melawan mereka.</a></p>
<p><a href="www.asysyariah.com">Makanya, jika kita melihat kenyataan yang terjadi di tengah-tengah kaum muslimin, kita sadari betapa besar kerusakan akidah yang melanda saudara-saudara kita. Banyak yang masih menyakini bahwa selain Allah, ada yang mampu menolak mudharat dan mendatangkan mamfa’at, meluluskan dalam ujian, memberikan keberhasilan dalam usaha, dan menyembuhkan penyakit. Sehingga, mereka harus berbondong-bondong meminta-minta di kuburan orang-orang shalih, atau kuburan para wali, atau di tempat-tempat keramat.</a></p>
<p><a href="www.asysyariah.com">Mereka harus pula mendatangi para dukun, tukang ramal, dan tukang tenung atau dengan istilah sekarang paranormal. Semua perbuatan dan keyakinan ini, merupakan keyakinan yang rusak dan bentuk kesyirikan kepada Allah.</a></p>
<p><a href="www.asysyariah.com">Ringkasnya, tidak ada yang bisa memberi rizki, menyembuhkan segala macam penyakit, menolak segala macam marabahaya, memberikan segala macam manfaat, membahagiakan, menyengsarakan, menjadikan seseorang miskin dan kaya, yang menghidupkan, yang mematikan, yang meluluskan seseorang dari segala macam ujian, yang menaikkan dan menurunkan pangkat dan jabatan seseorang, kecuali Allah. Semuanya ini menuntut kita agar hanya meminta kepada Allah semata dan tidak kepada selain-Nya.</a></p>
<p><a href="www.asysyariah.com"><strong>Mengenal Uluhiyah Allah</strong><br />
Uluhiyah Allah adalah mengesakan segala bentuk peribadatan bagi Allah, seperti berdo’a, meminta, tawakal, takut, berharap, menyembelih, bernadzar, cinta, dan selainnya dari jenis-jenis ibadah yang telah diajarkan Allah dan Rasulullah <em>Shallallahu ‘Alaihi Wasallam</em>.</a></p>
<p><a href="www.asysyariah.com">Memperuntukkan satu jenis ibadah kepada selain Allah termasuk perbuatan dzalim yang besar di sisi-Nya yang sering diistilahkan dengan syirik kepada Allah.<br />
Allah berfirman di dalam Al Qur’an:<br />
<em> “Hanya kepada-Mu ya Allah kami menyembah dan hanya kepada-Mu ya Allah kami meminta.”</em> (QS. Al Fatihah: 5)</a></p>
<p><a href="www.asysyariah.com">Rasulullah <em>Shallallahu ‘Alaihi Wasallam</em> telah membimbing Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhu dengan sabda beliau:<br />
<em> “Dan apabila kamu minta maka mintalah kepada Allah dan apabila kamu minta tolong maka minta tolonglah kepada Allah.”</em> (HR. Tirmidzi)</a></p>
<p><a href="www.asysyariah.com">Allah berfirman:<br />
<em> “Dan sembahlah Allah dan jangan kalian menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun”</em> (QS. An Nisa: 36)</a></p>
<p><a href="www.asysyariah.com">Allah berfirman:<br />
<em>“Hai sekalian manusia sembahlah Rabb kalian yang telah menciptakan kalian dan orang-orang sebelum kalian, agar kalian menjadi orang-orang yang bertaqwa.”</em> (QS. Al Baqarah: 21)</a></p>
<p><a href="www.asysyariah.com">Dengan ayat-ayat dan hadits di atas, Allah dan Rasul-Nya telah jelas mengingatkan tentang tidak bolehnya seseorang untuk memberikan peribadatan sedikitpun kepada selain Allah karena semuanya itu hanyalah milik Allah semata.</a></p>
<p><a href="www.asysyariah.com">Rasulullah <em>Shallallahu ‘Alaihi Wasallam</em> bersabda: <em>“Allah berfirman kepada ahli neraka yang paling ringan adzabnya. ‘Kalau seandainya kamu memiliki dunia dan apa yang ada di dalamnya dan sepertinya lagi, apakah kamu akan menebus dirimu? Dia menjawab ya. Allah berfirman: ‘Sungguh Aku telah menginginkan darimu lebih rendah dari ini dan ketika kamu berada di tulang rusuknya Adam tetapi kamu enggan kecuali terus menyekutukan-Ku.”</em> ( HR. Muslim dari Anas bin Malik Radhiallahu ‘Anhu )</a></p>
<p><a href="www.asysyariah.com">Rasulullah <em>Shallallahu ‘Alaihi Wasallam</em> bersabda: <em>“Allah berfirman dalam hadits qudsi: “Saya tidak butuh kepada sekutu-sekutu, maka barang siapa yang melakukan satu amalan dan dia menyekutukan Aku dengan selain-Ku maka Aku akan membiarkannya dan sekutunya.”</em> (HR. Muslim dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘Anhu )</a></p>
<p><a href="www.asysyariah.com">Contoh konkrit penyimpangan uluhiyah Allah di antaranya ketika seseorang mengalami musibah di mana ia berharap bisa terlepas dari musibah tersebut. Lalu orang tersebut datang ke makam seorang wali, atau kepada seorang dukun, atau ke tempat keramat atau ke tempat lainnya. Ia meminta di tempat itu agar penghuni tempat tersebut atau sang dukun, bisa melepaskannya dari musibah yang menimpanya. Ia begitu berharap dan takut jika tidak terpenuhi keinginannya. Ia pun mempersembahkan sesembelihan bahkan bernadzar, berjanji akan beri’tikaf di tempat tersebut jika terlepas dari musibah seperti keluar dari lilitan hutang.</a></p>
<p><a href="www.asysyariah.com">Ibnul Qoyyim mengatakan: <em>“Kesyirikan adalah penghancur tauhid rububiyah dan pelecehan terhadap tauhid uluhiyyah, dan berburuk sangka terhadap Allah.”</em></a></p>
<p><a href="www.asysyariah.com"><strong>Mengenal Nama-nama dan Sifat-sifat Allah</strong></a></p>
<p><a href="www.asysyariah.com">Maksudnya, kita beriman bahwa Allah memiliki nama-nama yang Dia telah menamakan diri-Nya dan yang telah dinamakan oleh Rasul-Nya. Dan beriman bahwa Allah memiliki sifat-sifat yang tinggi yang telah Dia sifati diri-Nya dan yang telah disifati oleh Rasul-Nya. Allah memiliki nama-nama yang mulia dan sifat yang tinggi berdasarkan firman Allah:</a></p>
<p><a href="www.asysyariah.com"><em>“Dan Allah memiliki nama-nama yang baik.”</em> (Qs. Al A’raf: 186)</a></p>
<p><a href="www.asysyariah.com"><em> “Dan Allah memiliki permisalan yang tinggi.”</em> (QS. An Nahl: 60)</a></p>
<p><a href="www.asysyariah.com">Dalam hal ini, kita harus beriman kepada nama-nama dan sifat-sifat Allah sesuai dengan apa yang dimaukan Allah dan Rasul-Nya dan tidak menyelewengkannya sedikitpun. Imam Syafi’i meletakkan kaidah dasar ketika berbicara tentang nama-nama dan sifat-sifat Allah sebagai berikut: <em>“Aku beriman kepada Allah dan apa-apa yang datang dari Allah dan sesuai dengan apa yang dimaukan oleh Allah. Aku beriman kepada Rasulullah dan apa-apa yang datang dari Rasulullah sesuai dengan apa yang dimaukan oleh Rasulullah”</em> (<strong>Lihat Kitab Syarah Lum’atul I’tiqad Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin hal 36</strong>)</a></p>
<p><a href="www.asysyariah.com">Ketika berbicara tentang sifat-sifat dan nama-nama Allah yang menyimpang dari yang dimaukan oleh Allah dan Rasul-Nya, maka kita telah berbicara tentang Allah tampa dasar ilmu. Tentu yang demikian itu diharamkan dan dibenci dalam agama. Allah berfirman:<br />
<em>“Katakanlah: ‘Tuhanku hanya mengharamkan perbuatan yang keji, baik yang nampak ataupun yang tersembunyi, dan perbuatan dosa, melanggar hak manusia tampa alasan yang benar, (mengharamkan) mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah tidak menurunkan hujjah (keterangan) untuk itu dan (mengharamkan) kalian berbicara tentang Allah tampa dasar ilmu.”</em> (QS. Al A’raf: 33)</a></p>
<p><a href="www.asysyariah.com"><em> “Dan janganlah kamu mengatakan apa yang kamu tidak memiliki ilmu padanya, sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati semuanya akan diminta pertanggungan jawaban.”</em> (QS. Al Isra: 36)</a></p>
<p><a href="www.asysyariah.com">Wallahu ‘alam</a></p>
<p><a href="www.asysyariah.com">(sumber : assyariah.com)</a></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/siswijanto.wordpress.com/3/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/siswijanto.wordpress.com/3/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/siswijanto.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/siswijanto.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/siswijanto.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/siswijanto.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/siswijanto.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/siswijanto.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/siswijanto.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/siswijanto.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/siswijanto.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/siswijanto.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/siswijanto.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/siswijanto.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/siswijanto.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/siswijanto.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=siswijanto.wordpress.com&amp;blog=4098643&amp;post=3&amp;subd=siswijanto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://siswijanto.wordpress.com/2008/07/13/mengenal-allah-swt/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a5c3a0ce5ea9103725c15bb1f494c694?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fs0.wp.com%2Fi%2Fmu.gif" medium="image">
			<media:title type="html">siswijanto</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://siswijanto.files.wordpress.com/2008/07/allah.jpg?w=98" medium="image">
			<media:title type="html">allah</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
